PENATAAN DAN PEMUATAN
Sudah ribuan tahun lalu para pedagang mengangkut barang-barang dagangannya dari tempat satu ke tempat lainnya melalui darat, laut dan kemudian melalui udara. Karena penduduk dunia semakin bertambah dalam jumlah maupun kebutuhannya maka dengan sendirinya volume barang yang di angkut semakin besar pula maupun bentuk dan jenisnya. Sampai saat ini alat amgkutan yang efiisien ialah kapal yang dapat kita samakan dengan sebuag gudang yang dapat berjalan dia atas air yang berjarak ribuan mil.Mengenai besarnya, kecepatan maupun perlengkapan selalu mengikuti perkembangan dengan disesuaikan kebutuhan tekhnologi.
Pokok-pokok penataan
Penataan atau stowage dalam istilah kepelautan, ,erupakan salah satu bagian yang penting dari Ilmu Kecakapan Pelaut (Seamanship). Stowage muatan kapal ( menyusun dan menata ) sehubungan dengan pelaksanaan, penempatan dan kemasan nya dari komoditi itu di dalam kapal, harus sedemikian rupa untuk dapat memenuhi persyratan sebagai berikut:
- melindungi kapal ( membagi muatan secara tegak dan membujur)
- melindungi muatan agar tidak rusak saat dimuat, selama berada diatas kapal dan selama pembonngkaran dipelabuhan tujuan
- melindungi anak buah kapal dan buruh dari bahaya muatan
- menjaga agar pemuatan dilakukan secara teratur dan sistematis untuk menccegah terjadinya long hatch, overstowage, dan overcarriage, sehingga biayanya sekecil munngkin dan muat bongkar dilakukan dengan cepat dan aman
- stowage harus dilakukan sedemikian rupa hingga broken stowage sekecil mungkin
Melindungi muatan
Pembagian muatan secara tegak
Stabilitas adalah suatu kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula tegaknya apabila terjadi oleng atau miring yang disebabkan oleh pengaruh gaya dari luar . Karena stabilitas merupakan salah satu faktor keselamatan kapal , maka stowage harus dilakukan sedemikian rupa agar kapal tetap dalam keadaan stabil dalam keadaan apapun.
Dalam hal ini dapat juga dipergunakan tangki tangki ballast apabila selama pelayaran terdapat pengurangan beban dibagian bawah yang disebabkan oleh pemakain bahan bakar dan air tawar atau karena adanya muatan yang dibongkar dibagian bawah.
Pembagian muatan secara mendatar
Pembagian muatan seccara mendatar, akan menimbulkan adanya yang dinamakan dengan TRIM yaitu perbedan sarat muka dan sarat belakang , dan HOGGING ataupun SAGGING yang akan dialami oleh bagian sambungan -sambungan kapal.sedapat mungkin pemuatan dilakukan untuk mendapatkan EVEN KEEL atau sedikit trim kebagian belakang kapal sehingga dalam posisi nungging setengah atau satu meter saja untuk menambah dorongan gaya pada propeller
HOGGING terjadi jika pembagian muatan diatas kapall berpusat pada ujung-ujung kapal, ujung depan dan ujung belakang
SAGGING terjadi jika pembagian muatan diatas kapal berpusat pada tengah tengah kapal
Gejala tersebut dapat mengakibatkan patahnya kapal. Oleh karena itu harus diperhitungkan waktu membuat Stowage Plan (perencanaan pemuatan) . Sebagai perhitungan kasar , maka yang baik pembagian berat di atas kapal masing-masing 25 % dibagian depan dan belakang 50% dibagin tengah.
Konsentrasi muatan
Muatan kapal harus dibagi secara melintang , tegak dan membujur sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan padda konstruksinya.
Hal ini merupakan persolan pemuatan yang diataur sedemikian rupa hingga konsentrasi berat muatan pada setiap bagian dek atau sebagian dari dek itu tidak terlalu besar yang dapat menimbulkan kerusakan pada konstruksi kapal . Dalam pelaksanaanya maka setiap Mualin dan Nahkoda harus mengetahui deckload capacity dari masing masing bagian dek
Perlindungan muatan
perlindungan muatan dapat kita lakukan penanganannya sebagai berikut:
- bentuk dan sifatnya berbeda beda
- jenis muatan yang berbeda beda dalam struktur dan beratnya
- jauh dekatnya pelabuhan
- banyak nya pelabuhan bongkar muat
- daerah pelayaran yang akan dilalui, sehubungan dengan cuaca yang berlainan dan berubah ubah
Pemisahan muatan
Salah satu cara lain untuk melindungi muatan adalah dengan memisahkan muatan bentuk, jenis dan sifatnya yang berbede . Maksudnya ialah agar muatan tersebut tidak saling meusak oleh adanya sifat yang berlainan tersebut. misalanya muatan basah dipisahkan dengan muatan yang kering dan muatan kotor dipisahkan dari muatan yang bersih
Penggolongan jenis muatan
- muatan basah = muatan yang bersifat basah atau berbentuk cairan yang didalam kemasan seperti dalam drum,kaleng, tong dsb, contonya minyak pelumas, cat
- muatan cair = muatan yang bersifat cairan yang dimuat secara curah dalam Deep tank atau kapal tanker contohnya cpo (crude palm oil ) BBM, Latex, Molasses dsb.
- muatan kering = muatan kering jenis muatan yang tidak merusak muatan lain tetapi dapal rusak oleh muatan lain oleh muatan basah contohnya rokok, beras, terigu dsb
- muatan kotor = muatan yang menimbulkan kotoran seperti debu selama dimuat ataupun di bongkar contohnya carbonblack
- muatan bersih = muatan yang tidak merusak muatan lain nya contohnya kapas,plastik,kertas dan pecah belah
- muatan berbau = muatan yang oleh sifat baunya dapat merusak muatan lainnya contohnya karet, amoniak, cengkeh, kayu manis
- muatan berbahaya = muatan yang memerlukan perhatian khusus yang karena sifat yang berbahaya dapat membahayakan keselamatan abk dan kapal contohnya gas, bahan bakar, bahan kimia
- muatan halus atau peka = muatan yang termasuk diataranya adalah tepung terigu, gandum , beras
Tidak ada komentar:
Posting Komentar